Masjid Al-Mashun

Medan · Sumatera Utara

Masjid Al-Mashun atau Masjid Raya Medan adalah masjid bersejarah peninggalan Kesultanan Deli yang dibangun pada 1906-1909. Arsitekturnya memadukan gaya Timur Tengah, India, Eropa, dan Melayu yang membuatnya sangat eksotis.

Dibangun
1909
Kapasitas
1.500 jemaah
Sholat Jum'at
12:30 WIB
Alamat
Jl. Sisingamangaraja No.61, Mesjid, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20212
Lihat di Maps

Sejarah Masjid Al-Mashun

Masjid Al-Mashun, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Raya Medan, adalah salah satu masjid paling cantik di Indonesia. Dibangun oleh Sultan Deli pada awal abad ke-20, masjid ini mencerminkan kemewahan dan kejayaan Kesultanan Deli di masa silam.

Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah, sultan Deli ke-9, yang memerintahkan pembangunan masjid ini. Pembangunan dimulai pada 1 Rajab 1324 H (1906 M) dan selesai pada 1909, menghabiskan biaya yang sangat besar untuk ukuran zamannya.

Yang membuat masjid ini istimewa adalah perpaduan arsitekturnya yang luar biasa. Ada sentuhan Timur Tengah pada kubah-kubahnya, nuansa India Mughal pada menara-menaranya, detail Eropa pada ornamen-ornamennya, dan keanggunan Melayu yang khas di seluruh tampilan keseluruhannya. Perancangnya adalah arsitek Belanda Van Erp, tapi hasilnya justru sangat "Timur" dan megah.

Lantai masjid menggunakan marmer Italia, kaca patri berasal dari Belgia, dan lampu gantung didatangkan langsung dari Paris. Ini memperlihatkan betapa seriusnya Sultan Deli dalam membangun rumah Allah yang terbaik.

Masjid ini masih dalam kondisi sangat baik hingga sekarang dan menjadi salah satu heritage paling berharga di Sumatera Utara.

Jadwal Sholat Medan Hari Ini

Cek waktu sholat terkini untuk kota Medan

Lihat Jadwal Sholat Medan →

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Masjid Al-Mashun

Siapa yang membangun Masjid Al-Mashun Medan?

Dibangun atas perintah Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah, sultan Deli ke-9. Perancangnya adalah arsitek Belanda Van Erp, tapi pembangunannya memakai material mewah dari berbagai penjuru dunia.

Dari mana asal material bangunan Masjid Al-Mashun?

Lantai dari marmer Italia, kaca patri dari Belgia, dan lampu gantung dari Paris. Di masa itu, ini menunjukkan kemewahan dan keseriusan Kesultanan Deli dalam membangun masjid.

Apakah Masjid Al-Mashun masih aktif digunakan?

Ya, masjid ini masih aktif untuk sholat lima waktu dan Jum'at setiap hari. Selain itu juga menjadi destinasi wisata religi yang populer di Medan.