Panduan Ibadah

Niat Sholat 5 Waktu Lengkap

Arab, Latin, dan artinya — untuk sholat fardhu, Jumat, dan sholat-sholat sunnah utama.

Catatan penting: Niat tempatnya di hati — tidak harus dilafalkan. Melafalkan lafal Arab di bawah ini adalah sunnah untuk membantu menghadirkan niat, bukan kewajiban. Sholat tetap sah selama niat ada di hati.

Niat Sholat Fardhu 5 Waktu

Sholat fardhu yang wajib dikerjakan setiap hari oleh setiap Muslim yang baligh.

Niat Sholat Subuh

2 rakaat

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Ushallii fardhas shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa

Artinya

Aku niat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, tunai (tepat waktu), karena Allah Ta'ala.

Waktu

Dari terbit fajar shodiq hingga terbit matahari

Subuh adalah sholat yang paling banyak keutamaannya di pagi hari. Dua rakaat sebelum Subuh (sunnah qabliyah) sangat dianjurkan.

Niat Sholat Dzuhur

4 rakaat

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Ushallii fardhadz dzuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa

Artinya

Aku niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Waktu

Dari matahari condong ke barat hingga bayangan benda sama panjangnya

Dzuhur dikerjakan di tengah hari. Sunnah rawatibnya: 4 rakaat qabliyah dan 2 rakaat ba'diyah.

Niat Sholat Ashar

4 rakaat

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Ushallii fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa

Artinya

Aku niat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Waktu

Dari berakhirnya waktu Dzuhur hingga matahari terbenam

Ashar adalah sholat tengah (al-wustha) yang Allah sebut khusus dalam Al-Quran (QS. Al-Baqarah: 238). Sunnah qabliyahnya 4 rakaat.

Niat Sholat Maghrib

3 rakaat

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Ushallii fardhal maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa

Artinya

Aku niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Waktu

Dari matahari terbenam hingga hilangnya mega merah

Maghrib dikerjakan segera setelah matahari terbenam — ini juga waktu berbuka puasa Ramadan. Sunnah ba'diyahnya 2 rakaat.

Niat Sholat Isya

4 rakaat

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Ushallii fardhal 'isyaa-i arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa

Artinya

Aku niat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Waktu

Dari hilangnya mega merah hingga sepertiga malam (atau pertengahan malam menurut sebagian ulama)

Isya adalah sholat penutup hari. Setelahnya disunnahkan sholat Witir (3, 5, 7, atau 11 rakaat) sebelum tidur.

Niat Sholat Sunnah & Jumat

Sholat-sholat sunnah utama dan sholat Jumat yang perlu diketahui setiap Muslim.

Sholat Jumat

2 rakaat

أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii fardhol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa

Aku niat sholat fardhu Jumat dua rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta'ala.

Sholat Jumat fardhu bagi laki-laki Muslim yang baligh dan tidak ada udzur syar'i.

Sholat Dhuha

2–12 rakaat (minimal 2) rakaat

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadhdhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Dikerjakan setelah matahari sepenggalah naik (~15-20 menit setelah terbit) hingga menjelang Dzuhur. Keutamaannya luar biasa.

Sholat Tahajjud

2–11 rakaat (diakhiri Witir) rakaat

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Aku niat sholat sunnah Tahajjud dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Dikerjakan setelah tidur di malam hari. Waktu terbaik: sepertiga malam terakhir (sekitar 1-4 jam sebelum Subuh).

Sholat Witir

1, 3, 5, 7, atau 11 rakaat (ganjil) rakaat

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak'atan lillaahi ta'aalaa

Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala.

Penutup sholat malam. Sangat dianjurkan tidak ditinggalkan. Jika Tahajjud, jadikan Witir sebagai sholat terakhir.

Sholat Rawatib Qabliyah Subuh

2 rakaat

أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatash shubhi rak'ataini qabliyyatan lillaahi ta'aalaa

Aku niat sholat sunnah Subuh dua rakaat (sebelum fardhu) karena Allah Ta'ala.

Ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang Rasulullah tidak pernah meninggalkannya meski dalam safar.

Pertanyaan Umum tentang Niat Sholat

Apakah niat harus diucapkan dengan lisan?

Tidak. Niat tempatnya di hati, bukan di lisan. Melafalkan niat (seperti 'ushallii...') hukumnya sunnah menurut sebagian ulama (Syafi'iyah) untuk membantu menghadirkan niat di hati, bukan wajib. Yang wajib adalah niat dalam hati. Jadi tidak benar kalau ada yang bilang sholat tidak sah karena tidak hafal lafal niat — selama niat dalam hatinya ada, sholat tetap sah.

Bolehkah niat sholat dengan bahasa Indonesia?

Boleh. Lafal niat dalam bahasa Arab yang kita kenal itu adalah cara membantu menghadirkan niat di hati. Kalau seseorang belum hafal Arab, boleh berniat dalam bahasa yang dia pahami, yang penting niat dalam hati sudah ada.

Kapan waktu yang tepat untuk berniat?

Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram (mengucapkan Allahu Akbar di awal sholat), atau sesaat sebelumnya. Yang penting adalah ketika takbir dimulai, niat sudah ada di hati.

Apa yang dimaksud 'adaa-an' dan 'qadha-an' dalam niat?

'Adaa-an' berarti sholat dikerjakan tepat waktu (tunai). 'Qadha-an' berarti sholat dikerjakan sebagai ganti (mengganti sholat yang terlewat/tertinggal). Kalau sholat tepat waktu, tambahkan 'adaa-an'. Kalau mengqadha sholat yang terlewat, ganti dengan 'qadha-an'.

Bagaimana niat sholat yang dikerjakan sendirian vs berjamaah?

Untuk sholat sendirian: seperti contoh di atas. Untuk sholat berjamaah sebagai makmum, tambahkan 'ma'muuman' setelah 'mustaqbilal qiblati'. Untuk imam, tambahkan 'imaaman'. Contoh: '...mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muuman lillaahi ta'aalaa'.

Cek Jadwal Sholat Kota Kamu Hari Ini

Setelah tahu niatnya, cek juga waktu sholat yang tepat untuk kotamu.

Jakarta Bandung Surabaya Medan Makassar Yogyakarta