Masjid Agung Demak
Demak · Jawa Tengah
Masjid Agung Demak adalah masjid tertua di Pulau Jawa, dibangun oleh Wali Songo pada abad ke-15. Menjadi pusat penyebaran Islam di Nusantara dan tempat berdirinya Kesultanan Demak.
Sejarah Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak bukan sekadar masjid biasa — ini adalah tempat lahirnya Islam di Jawa dan tonggak sejarah peradaban Muslim Nusantara.
Dibangun sekitar tahun 1479 Masehi oleh para Wali Songo (sembilan wali penyebar Islam di Jawa), masjid ini menjadi pusat dakwah Islam di seluruh kepulauan. Sunan Kalijaga, salah satu dari Wali Songo yang terkenal bijaksana dalam mengakulturasi Islam dengan budaya Jawa, disebut-sebut sebagai arsitek utamanya.
Salah satu keunikan yang paling terkenal dari masjid ini adalah salah satu dari empat tiang utamanya (disebut "soko guru") yang konon dibuat dari kumpulan serpihan kayu sisa bangunan. Tiang ini disebut "soko tatal" dan menjadi keajaiban tersendiri karena tetap kokoh berdiri hingga ratusan tahun.
Atap masjid berbentuk tumpang tiga yang merupakan ciri khas arsitektur Jawa, melambangkan tiga fase dalam Islam: Iman, Islam, dan Ihsan. Ini berbeda dari masjid Timur Tengah dan mencerminkan kecerdasan Wali Songo dalam memadukan Islam dengan kearifan lokal.
Masjid Agung Demak sekarang adalah Cagar Budaya Nasional dan salah satu tujuan ziarah paling populer di Jawa. Setiap tahun jutaan orang datang ke sini, terutama menjelang Ramadan dan saat bulan Dzulhijjah.
Jadwal Sholat Demak Hari Ini
Cek waktu sholat terkini untuk kota Demak
Lihat Jadwal Sholat Demak →Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Masjid Agung Demak
Siapa yang membangun Masjid Agung Demak?
Masjid Agung Demak dibangun oleh para Wali Songo, sembilan wali penyebar Islam di Jawa, sekitar tahun 1479 M. Sunan Kalijaga dan Sultan Fatah (raja pertama Kesultanan Demak) disebut sebagai tokoh kunci di balik pembangunannya.
Apa yang dimaksud 'soko tatal' di Masjid Agung Demak?
Soko tatal adalah salah satu dari empat tiang utama masjid yang konon dibuat dari kumpulan serpihan-serpihan kayu kecil yang digabungkan, bukan dari kayu utuh. Meski terlihat sederhana, tiang ini sudah berdiri kokoh selama lebih dari 500 tahun.
Apakah Masjid Agung Demak masih aktif digunakan untuk sholat?
Ya, Masjid Agung Demak masih aktif digunakan untuk sholat lima waktu dan Jum'at setiap harinya. Pengunjung dipersilakan ikut sholat bersama.
Apa yang bisa dilihat di sekitar Masjid Agung Demak?
Di sekitar masjid ada Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu (sekitar 2 km dari masjid), Museum Masjid Agung Demak, serta pasar tradisional dengan berbagai oleh-oleh khas Demak.