Masjid Agung Palembang
Palembang · Sumatera Selatan
Masjid Agung Palembang adalah masjid tertua dan terbesar di Palembang, dibangun pada masa Kesultanan Palembang Darussalam tahun 1748. Terletak di tepi Sungai Musi, dekat kawasan Benteng Kuto Besak.
Sejarah Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang adalah salah satu warisan terpenting Kesultanan Palembang Darussalam. Dibangun pada 1748 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I, masjid ini telah menjadi jantung kegiatan Islam di Palembang selama hampir tiga abad.
Lokasinya di tepi Sungai Musi menjadikannya sangat mudah diakses di masa lampau, ketika sungai adalah jalur transportasi utama. Para pedagang dari berbagai penjuru Nusantara bahkan mancanegara yang singgah di Palembang akan melewati masjid ini.
Arsitekturnya memadukan gaya Melayu dengan sentuhan Cina — terlihat dari bentuk atapnya yang bertingkat dan elemen-elemen dekorasi yang menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa yang kuat di Palembang pada masa itu. Ini mencerminkan Palembang sebagai kota perdagangan kosmopolit yang menerima berbagai pengaruh budaya.
Masjid ini sudah beberapa kali diperluas, termasuk penambahan menara yang megah. Tapi esensi bangunan aslinya tetap dipertahankan dan kini menjadi Cagar Budaya yang dilindungi.
Jadwal Sholat Palembang Hari Ini
Cek waktu sholat terkini untuk kota Palembang
Lihat Jadwal Sholat Palembang →Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Masjid Agung Palembang
Siapa yang membangun Masjid Agung Palembang?
Dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I dari Kesultanan Palembang Darussalam pada tahun 1748 M.
Apa keunikan arsitektur Masjid Agung Palembang?
Perpaduan gaya Melayu dan Cina yang unik — mencerminkan Palembang sebagai kota perdagangan internasional yang kosmopolit di masa Kesultanan Palembang.