Panduan Sholat 4 menit baca 5 Maret 2025

Sholat Rawatib — Sholat Sunnah Pengiring Fardhu yang Penuh Keutamaan

Sholat rawatib adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu. Meski sunnah, keutamaannya luar biasa — salah satunya bisa menjadi tambal sulam bagi kekurangan sholat fardhu.

Sholat rawatib adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba'diyah) sholat fardhu. Disebut rawatib karena dikerjakan secara rutin mengikuti sholat fardhu.

Sholat Rawatib Muakkadah (Sangat Dianjurkan) — 12 Rakaat

  • 2 rakaat sebelum Subuh — ini yang paling utama
  • 4 rakaat sebelum Dzuhur (2+2)
  • 2 rakaat setelah Dzuhur
  • 2 rakaat setelah Maghrib
  • 2 rakaat setelah Isya

"Barangsiapa sholat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga."

— HR. Muslim

Keutamaan 2 Rakaat Sebelum Subuh

Di antara semua rawatib, 2 rakaat sebelum Subuh adalah yang paling istimewa. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya baik di rumah maupun dalam perjalanan.

"Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya."

— HR. Muslim

Cara Mengerjakan Sholat Rawatib

Caranya sama seperti sholat fardhu pada umumnya, dikerjakan 2 rakaat dengan 1 salam. Bisa dikerjakan di masjid atau di rumah — bahkan untuk rawatib ba'diyah, lebih utama dikerjakan di rumah agar rumah pun dipenuhi berkah ibadah.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bolehkah rawatib di-qadha jika terlewat?

Boleh, terutama untuk rawatib qabliyah Subuh yang terlewat. Qadha-nya setelah sholat Subuh atau sampai waktu Dhuha. Para ulama membolehkan mengqadha sholat sunnah rawatib yang terlewat.

Apakah sholat rawatib boleh dijamak?

Tidak ada pensyariatan menjamak sholat rawatib. Rawatib dikerjakan mengikuti sholat fardhu masing-masing. Dalam perjalanan (safar), Rasulullah SAW memang meninggalkan beberapa rawatib selain qabliyah Subuh.

Semoga bermanfaat! 🤲 ← Kembali ke semua artikel