Komunitas 6 menit baca 28 November 2024

Di Gontor, Para Santri Belajar Coding Setelah Ngaji Kitab Kuning

Pesantren Modern Darussalam Gontor sudah lama dikenal mengajarkan bahasa Arab dan Inggris sejak santri baru masuk. Kini ada yang baru: program teknologi dan coding yang menyiapkan santri untuk hidup di era digital — tanpa meninggalkan akar pesantrennya.

Ponorogo, Jawa Timur. Kalau kamu berpikir pesantren itu identik dengan suasana yang jauh dari teknologi modern, kamu mungkin belum pernah mengunjungi Gontor. Pesantren Modern Darussalam Gontor — yang berdiri sejak 1926 — sudah sejak lama membuktikan bahwa Islam dan modernitas bisa berjalan beriringan.

Dan sekarang, Gontor kembali melangkah lebih jauh. Dalam beberapa tahun terakhir, pesantren yang terletak di Ponorogo ini secara bertahap mengintegrasikan pembelajaran teknologi ke dalam kurikulumnya — dari literasi digital dasar hingga pemrograman komputer.

Hari-hari Seorang Santri di Gontor Hari Ini

Bayangkan jadwal seperti ini: subuh, santri sudah bangun dan sholat berjamaah. Setelah itu ada halaqah Al-Quran. Pagi hari masuk kelas reguler: nahwu-sharaf, fiqh, sejarah Islam, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Sore ada kegiatan olahraga atau kesenian. Malam setelah isya — kelas coding.

Kedengarannya padat. Dan memang padat. Tapi itulah Gontor — sejak dulu memang dikenal dengan sistem pendidikan totalnya yang melatih santri menjadi manusia utuh.

Kenapa Teknologi?

"Dunia berubah cepat. Kalau alumni Gontor mau jadi pemimpin di bidang mereka masing-masing — entah itu ulama, pengusaha, dokter, atau apa pun — mereka perlu melek teknologi. Bukan berarti semua harus jadi programmer, tapi setidaknya paham cara kerja dunia digital," jelas salah satu pengajar senior di Gontor.

  • Santri kelas menengah mendapatkan kelas literasi digital dan dasar-dasar pemrograman
  • Ada laboratorium komputer yang sudah terintegrasi dengan sistem belajar pesantren
  • Beberapa santri senior ikut program khusus pengembangan aplikasi berbasis web
  • Ada proyek nyata: santri pernah membuat aplikasi jadwal santri dan sistem keuangan koperasi pesantren

Yang Tidak Berubah

Di tengah semua inovasi ini, yang tidak berubah adalah rohnya. Setiap pagi masih ada muhadharah (latihan pidato) trilingual: Arab, Inggris, Indonesia. Disiplin pesantren tetap ketat. Dan yang paling penting — pembentukan karakter dan akhlaq masih jadi prioritas utama.

"Kami tidak mengajarkan coding supaya santri jadi kaya. Kami mengajarkan coding supaya santri bisa memberi manfaat lebih banyak kepada umat."

— Pengajar Program Teknologi, Gontor

Di sinilah letak perbedaannya dengan sekolah teknologi biasa. Di Gontor, setiap ilmu diajarkan dalam bingkai: untuk apa ilmu ini digunakan? Untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat, dan umat.

Semoga bermanfaat! 🤲 ← Kembali ke semua artikel