Tawakkal — Cara Berserah Diri kepada Allah yang Benar (Bukan Pasif!)
Tawakkal bukan berarti berpangku tangan dan tidak berusaha. Kenali makna tawakkal yang sebenarnya dan cara mengamalkannya dalam kehidupan modern.
Tawakkal (التوكل) berasal dari kata "wakala" yang artinya menyerahkan urusan kepada orang yang lebih mampu. Dalam Islam, tawakkal adalah menyerahkan hasil semua ikhtiar kepada Allah setelah kita berusaha sebaik mungkin.
Tawakkal yang Benar Bukan Pasif
"Ikatlah untamu kemudian bertawakallah kepada Allah."
— HR. Tirmidzi
Hadis ini menjawab kesalahpahaman tawakkal. Seseorang bertanya: "Haruskah aku mengikat untaku atau langsung bertawakkal?" Nabi menjawab: ikatlah (berikhtiar) KEMUDIAN bertawakkal. Tawakkal datang SETELAH ikhtiar, bukan menggantikannya.
Tingkatan Tawakkal
- 1.Tawakkal terendah: berusaha maksimal lalu berserah diri kepada Allah
- 2.Tawakkal menengah: berusaha dengan hati yang tidak terguncang oleh hasil
- 3.Tawakkal tertinggi: seperti bayi yang sepenuhnya bergantung kepada ibunya — total kepasrahan dengan keyakinan mutlak
Keutamaan Tawakkal
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Wa man yatawakkal 'alallaahi fahuwa hasbuh
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia mencukupinya (QS. Ath-Thalaq: 3)
Cara Mengamalkan Tawakkal
- •Rencanakan dan usahakan semaksimal mungkin
- •Dalam proses usaha, selalu libatkan doa dan dzikir
- •Jika hasil tidak sesuai harapan, terima dengan ikhlas dan yakin ada hikmahnya
- •Jangan bersedih berlebihan atas kegagalan — itu pertanda kurangnya tawakkal
- •Ucap "Hasbunallahu wa ni'mal wakiil" saat menghadapi tekanan