Panduan Sholat 8 menit baca 10 Februari 2024

Panduan Sholat Jum'at — Apa yang Perlu Kamu Tahu

Sholat Jum'at wajib bagi laki-laki Muslim. Tapi banyak hal yang sering bikin bingung — mulai dari kenapa harus Jum'at, apa hukumnya kalau tidak ikut, sampai tata caranya. Semua dijawab di sini.

Setiap Jum'at siang, masjid-masjid di seluruh Indonesia penuh sesak dengan jemaah. Tapi tahukah kamu kenapa Jum'at begitu istimewa? Dan apa sebenarnya yang terjadi dalam sholat Jum'at?

Kenapa Jum'at Itu Istimewa?

"Hari yang paling utama terbit matahari padanya adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Dan tidak akan terjadi kiamat kecuali pada hari Jum'at."

— HR. Muslim

Hari Jum'at dalam Islam bukan sekadar hari biasa. Ini adalah "Sayyidul Ayyam" — rajanya hari-hari. Ada satu waktu di hari Jum'at di mana doa pasti dikabulkan Allah, meski para ulama berbeda pendapat tentang kapan persisnya waktu itu.

Siapa yang Wajib Sholat Jum'at?

Sholat Jum'at wajib bagi:

  • Muslim
  • Laki-laki
  • Baligh (sudah dewasa)
  • Berakal sehat
  • Merdeka (bukan budak — konteks zaman dahulu)
  • Sehat (tidak sakit parah yang menghalangi ke masjid)
  • Mukim/menetap (bukan musafir/dalam perjalanan jauh)

Jadi perempuan, anak-anak, orang sakit, dan musafir tidak wajib Jum'at — meskipun tetap boleh ikut sholat Jum'at. Bagi perempuan yang ikut Jum'at, sholat Jum'at sudah menggantikan sholat Dzuhur.

Apa Hukumnya Kalau Tidak Sholat Jum'at?

Ini serius. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang meninggalkan tiga kali Jum'at karena meremehkan, Allah akan mengunci hatinya." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i — hadits hasan).

Meninggalkan Jum'at tanpa uzur (alasan yang dibenarkan syariat) adalah dosa besar. Tapi ini berlaku untuk yang meninggalkan karena sengaja dan meremehkan — bukan karena terpaksa seperti sakit, perjalanan jauh, atau halangan yang benar-benar tidak bisa dihindari.

Tata Cara Sholat Jum'at

Sebelum Jum'at: Persiapan yang Disunnahkan

  • Mandi Jum'at (sunnah muakkad — sangat dianjurkan)
  • Memakai pakaian yang bersih dan terbaik
  • Memakai wewangian (parfum)
  • Memotong kuku jika sudah panjang
  • Datang lebih awal ke masjid
  • Membaca surat Al-Kahfi (sunnah: membaca surat ini di hari Jum'at)
  • Banyak bershalawat kepada Nabi

Sholat Sunah Sebelum Jum'at

Sebelum khatib naik mimbar, disunnahkan sholat tahiyyatul masjid (2 rakaat) dan boleh dilanjutkan dengan sholat sunah sebanyak-banyaknya. Tidak ada batasan rakaat untuk sholat sunah sebelum Jum'at.

Khutbah Jum'at

Khutbah adalah bagian wajib dari Jum'at. Tanpa khutbah, tidak ada Jum'at. Khatib akan naik mimbar dan berkhutbah dua kali dengan duduk sebentar di antara dua khutbah.

Saat khutbah berlangsung, kamu wajib diam dan mendengarkan. Bahkan berbicara kepada orang sebelah — termasuk meminta orang untuk diam — adalah makruh menurut pendapat yang kuat. Matikan HP atau silent dulu sebelum khutbah dimulai.

Sholat Jum'at 2 Rakaat

Setelah khutbah selesai, dikumandangkan iqamah dan dimulailah sholat Jum'at 2 rakaat. Imam membaca Al-Fatihah dan surat dengan suara keras (jahr). Sholat ini menggantikan sholat Dzuhur.

Sholat Sunah Setelah Jum'at

Setelah Jum'at, disunnahkan sholat 2 atau 4 rakaat. Ini sholat sunah ba'diyah Jum'at.

Kalau Terlambat dan Imam Sudah Sholat

  • Terlambat tapi masih sempat ikut 1 rakaat bersama imam: Jum'at tetap sah
  • Datang setelah imam salam (sudah selesai Jum'at): kamu sholat Dzuhur 4 rakaat sendiri
  • Kalau tidak tahu apakah masih sempat 1 rakaat atau tidak: masuk dan ikut imam, jika ternyata kurang dari 1 rakaat maka tambah sendiri menjadi Dzuhur 4 rakaat
Semoga bermanfaat! 🤲 ← Kembali ke semua artikel