Pengetahuan Islam 5 menit baca 6 Mei 2025

Isra Mi'raj — Perjalanan Luar Biasa Nabi dan Hikmahnya untuk Kita

Isra Mi'raj adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW: perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan kemudian naik ke langit ke-7. Ini kisah lengkapnya beserta hikmah yang bisa dipetik.

Isra Mi'raj terjadi pada 27 Rajab, tahun ke-10 kenabian — di saat yang paling berat dalam perjuangan Nabi. Tahun itu disebut "Tahun Duka Cita" karena wafatnya Khadijah dan Abu Thalib. Melalui Isra Mi'raj, Allah menghibur dan memuliakan Nabi.

Isra — Perjalanan Malam dari Mekah ke Yerusalem

Isra adalah perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem mengendarai Buraq. Di sana Nabi memimpin sholat sebagai imam bagi para nabi sebelumnya.

Mi'raj — Naik ke Tujuh Lapis Langit

Dari Yerusalem, Nabi naik bersama Jibril menembus 7 lapis langit. Di setiap langit beliau bertemu para nabi: Adam di langit 1, Yahya-Isa di langit 2, Yusuf di langit 3, Idris di langit 4, Harun di langit 5, Musa di langit 6, dan Ibrahim di langit 7. Puncaknya: Nabi menghadap Allah dan menerima perintah sholat 5 waktu.

Perintah Sholat 5 Waktu

Sholat adalah satu-satunya ibadah yang perintahnya diterima langsung "di hadapan" Allah — bukan melalui wahyu biasa. Ini menunjukkan betapa istimewanya sholat. Awalnya 50 waktu, kemudian atas saran Musa AS dimohonkan pengurangan hingga 5 waktu, namun pahalanya tetap 50 waktu.

Hikmah Isra Mi'raj untuk Kita

  • Sholat adalah hadiah terbesar Allah untuk umat Nabi
  • Dalam kesulitan terbesarpun, Allah selalu memberikan pertolongan dan kemuliaan
  • Tidak ada yang mustahil bagi Allah
  • Persatuan umat para nabi — semuanya satu tujuan: mengesakan Allah
Semoga bermanfaat! 🤲 ← Kembali ke semua artikel