Komunitas 5 menit baca 22 Maret 2025

Masjid Istiqlal Buka Puasa Gratis untuk Ribuan Orang Setiap Hari Selama Ramadan

Setiap sore menjelang maghrib, halaman Masjid Istiqlal Jakarta berubah jadi lautan manusia. Ribuan orang — dari pegawai kantoran, tukang ojek, hingga anak jalanan — duduk bersama menunggu bedug. Ini ceritanya.

Kalau kamu pernah melintas di kawasan Lapangan Banteng atau Gambir menjelang waktu maghrib di bulan Ramadan, pasti pernah lihat pemandangan yang bikin hati hangat ini: ribuan orang duduk berjejer di pelataran Masjid Istiqlal, masing-masing memegang kotak nasi atau duduk di depan ta'jil yang sudah disiapkan panitia.

Program buka puasa gratis (atau yang sering disebut takjil gratis) di Masjid Istiqlal sudah jadi tradisi tahunan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Tapi setiap tahunnya, entah kenapa, tetap saja bikin terharu.

Siapa Saja yang Datang?

Yang menarik, yang datang bukan cuma orang yang kesusahan secara ekonomi. Ada karyawan kantoran yang memang sengaja nggak bawa bekal supaya bisa buka di sini. Ada mahasiswa dari Monas yang jalan kaki ke sini. Ada juga warga non-Muslim yang ikut duduk dan merasakan kehangatan suasana berbuka bersama.

"Saya sudah 12 tahun buka puasa di sini. Bukan karena nggak ada uang, tapi karena suasananya tidak bisa dicari di tempat lain," kata seorang bapak warga Kemayoran yang ditemui di sela-sela antrian.

Dari Mana Dananya?

Ini yang sering bikin orang penasaran. Setiap hari selama Ramadan, Istiqlal menyiapkan antara 2.000 sampai 5.000 porsi makanan buka puasa. Semua itu datang dari donasi jamaah, donasi perusahaan, dan berbagai komunitas Muslim yang bergiliran menjadi sponsor harian.

Ada hari di mana sebuah komunitas pedagang pasar di Tanah Abang yang menjadi sponsor. Ada hari lain dari sebuah perusahaan di Sudirman. Ada juga dari komunitas alumni pesantren yang sengaja mengumpulkan iuran khusus untuk program ini.

"Inilah Islam yang kami kenal — saling berbagi tanpa melihat siapa yang di depanmu. Di sini tidak ada meja VIP, tidak ada antrian khusus. Semua sama."

— Koordinator Program Buka Puasa Istiqlal

Lebih dari Sekadar Makan

Program ini bukan cuma soal makanan. Banyak orang yang datang justru karena ingin merasakan sholat maghrib berjamaah di masjid terbesar Asia Tenggara ini, tepat setelah berbuka. Dengan kapasitas yang bisa menampung lebih dari 100.000 jamaah, suasana sholat berjamaah di Istiqlal saat Ramadan adalah pengalaman yang susah dilupakan.

Tradisi seperti ini yang mengingatkan kita bahwa nilai-nilai Islam — kedermawanan, kebersamaan, kesetaraan di hadapan Allah — bukan sekadar kata-kata di buku pelajaran, tapi masih hidup dan nyata di sekitar kita.

Semoga bermanfaat! 🤲 ← Kembali ke semua artikel